Publikasi

Kemendikdasmen Perkuat Keberlanjutan Pembelajaran di Daerah Terdampak Bencana

Siaran Pers
Penulis Tim Komunikasi Publik BSKAP
Tanggal 13 Januari 2026
Dibaca 121 Kali
Kemendikdasmen Perkuat Keberlanjutan Pembelajaran di Daerah Terdampak Bencana

Sumatra Barat, 9 Januari 2026 - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) melakukan kunjungan langsung ke sejumlah satuan pendidikan yang terdampak bencana di Provinsi Sumatra Barat pada 7–8 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan keberlanjutan layanan pendidikan serta pemenuhan hak belajar peserta didik di tengah situasi darurat kebencanaan.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, BSKAP menyalurkan bantuan buku pembelajaran melalui Pusat Perbukuan Kemendikdasmen kepada sekolah-sekolah terdampak bencana. Bantuan buku tersebut diharapkan dapat segera digunakan sebagai sumber belajar utama, khususnya bagi satuan pendidikan yang mengalami keterbatasan akses terhadap perangkat pembelajaran digital akibat kerusakan infrastruktur.

Satuan pendidikan yang dikunjungi meliputi SDN 05 Batang Anai dan SMAN 1 Batang Anai di Kabupaten Padang Pariaman, SDN 49 Batang Kabung, SDN 16 Air Tawar, dan SMAN 9 Kota Padang di Kota Padang, serta SMPN 1 Kubung di Kabupaten Solok.

Secara keseluruhan, jumlah buku yang disalurkan mencapai 147.770 eksemplar buku dalam rangka penanganan bencana alam di wilayah Sumatra pada tahun 2025. Bantuan tersebut terdiri atas 91.100 eksemplar Buku Teks Utama untuk jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA, serta 56.670 eksemplar Buku Nonteks Pelajaran yang mencakup jenjang PAUD, SD, SMP/SMA, dan pendidikan khusus. Penyaluran buku ini menjangkau Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara sebagai upaya memastikan ketersediaan sumber belajar bagi satuan pendidikan terdampak bencana.

Selain penyaluran buku, BSKAP juga melaksanaan sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) Panduan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Terdampak Bencana. Panduan ini disusun sebagai acuan bagi kepala satuan pendidikan, pendidik, dan pemangku kepentingan pendidikan dalam menyelenggarakan pembelajaran yang adaptif terhadap kondisi pascabencana, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, kesehatan, serta pemulihan psikososial peserta didik.

Kepala BSKAP, Toni Toharudin menegaskan bahwa panduan tersebut disusun berdasarkan prinsip fleksibilitas dan keberpihakan pada kondisi satuan pendidikan. “Dalam situasi bencana, sekolah membutuhkan ruang untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi yang dihadapi. Panduan pembelajaran pada satuan pendidikan terdampak bencana ini kami rancang agar dapat menjadi pegangan yang praktis, kontekstual, dan mudah diterapkan, tanpa membebani guru maupun peserta didik,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa penyaluran buku pembelajaran merupakan bagian penting dari strategi pemulihan pendidikan. “Buku adalah sumber belajar yang paling siap digunakan dalam berbagai kondisi. Melalui Pusat Perbukuan, kami memastikan ketersediaan buku tetap dapat berjalan, meskipun infrastruktur pendukung belum sepenuhnya pulih,” tambahnya.

Selama kunjungan, tim BSKAP berdialog dengan kepala sekolah dan guru untuk mendengarkan secara langsung berbagai tantangan di lapangan, mulai dari keterbatasan ruang belajar, kondisi psikologis peserta didik, hingga kebutuhan pendampingan dalam pelaksanaan pembelajaran di situasi darurat. Masukan dari satuan pendidikan tersebut menjadi bahan penting dalam penyempurnaan kebijakan serta perumusan langkah tindak lanjut ke depan.

Di sisi lain, pemantauan fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) turut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan transformasi digital pendidikan tetap berjalan secara inklusif. Pemantauan ini mencakup kondisi keamanan dan perangkat Papan Digital Interaktif di sekolah-sekolah terdampak agar tetap dapat dimanfaatkan secara optimal.

Staf Khusus Menteri Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Muhammad Muchlas Rowi, menyampaikan bahwa kondisi di lapangan menunjukkan perlunya pendekatan adaptif dalam penguatan pembelajaran berbasis teknologi.

“Kami melihat secara langsung kondisi fasilitas TIK di sekolah-sekolah terdampak bencana. Pemantauan ini penting untuk memastikan transformasi digital pendidikan berjalan selaras dengan kondisi riil satuan pendidikandan tidak menambah beban baru bagi sekolah,” ujar Muhammad Muchlas Rowi.

Melalui kunjungan ini, Kemendikdasmen menegaskan bahwa upaya pemulihan pendidikan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan kebijakan, pendampingan satuan pendidikan, serta penyediaan sumber belajar yang relevan. Kehadiran BSKAP di sekolah-sekolah terdampak bencana diharapkan dapat memberikan semangat bagi pendidik dan peserta didik untuk bangkit dan kembali menjalankan proses pembelajaran.

Sebagai tindak lanjut, BSKAP akan melakukan pemantauan berkala terhadap penerapan Petunjuk Teknis Panduan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Terdampak Bencana, khususnya dalam aspek penyesuaian pembelajaran, pemanfaatan sumber belajar, serta dukungan bagi pendidik dan peserta didik. Hasil pemantauan ini akan menjadi dasar dalam penyempurnaan kebijakan dan penyusunan rekomendasi lanjutan yang lebih kontekstual dengan kebutuhan daerah terdampak.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat, Kemendikdasmen berharap proses pemulihan pendidikan di daerah terdampak bencana dapat berjalan secara berkelanjutan. Langkah ini merupakan upaya jangka panjang untuk memastikan setiap anak Indonesia tetap memperoleh layanan pendidikan yang berkualitastanpa terhenti oleh kondisi darurat, sejalan dengan komitmen nasional dalam menghadirkan pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat

Sekretariat Jenderal

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id

X: x.com/Kemdikdasmen

Instagram: instagram.com/kemendikdasmen

Facebook: facebook.com/kemendikdasmen

YouTube: KEMDIKDASMEN

Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id

Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah